Jumat, 29 April 2011

sejarah singkat ROJER ROJER

ENDAHULUAN
Sebelum perang dunia II tahun 1925 Radio sudah masuk di Indonesia atau yang dulu dikenal sebagai Netherland Indische, Prof.Dr.Ir. Komans dari Nederland pada waktu itu sudah berhasil melakukan komunikasi radio dengan Dr.Ir. De Groot di batavia meskipun melalui stasiun relay di malabar jawa barat. Setelah itu berdirilah organisasi (Broadcast) yang bernama Batavia Radio Vereneging dan NIROM (Nederlands Indische Radio Omroep). Organisasi Amatir Radio yang pertama di Nederlands Indie adalah NIVERA (Nederlands Indische Vereneging Radio Amateur) yang anggotanya adalah karyawan dan tehnisi PTT.

PERIODE PERANG KEMERDEKAAN
Dimasa perjuangan kemerdekaan pada tahun 1945-1950 Amatir radio berperan sebagai Radio Laskar. Baru pada tahun 1950-1952, Amatir Radio membentuk organisasi Persatuan Amatir Radio Indonesia PARI. Tetapi karena situasi tanah air yang tidak memungkinkan, Pemerintah mengeluarkan peraturan yang melarang penggunaan Pemancar Radio bagi umum, Selain pemancar Radio milik Pemerintah. Pelanggaran dikenakan sanksi berat, yakni "sanksi Subersif", sehingga untuk semsntara kegiatan Amatir Radio dibekukan.

PERIODE ORDE BARU
Terbentuknya ORARI berawal dijakarta dan jawa barat atau pulau jawa pada umumnya dan diprakarsai oleh kegiatan aksi mahasiswa, pelajar dan kaum muda. Pada awal tahun 1965 sekelompok mahasiswa publistik yang tergabung dalam wadah KAMI membentuk radio siaran perjuangan bernama Radio Ampera, mulai saat itu bermunculanlah radio siaran lainnya seperti Radio Fakultas Teknik UI, Radio Angkatan Muda, Kaju Manis, Draba, dll yang melakukan komunikasi sekaligus siaran. Merka menamakan dirinya sebagai RADIO AMATIR.Kegiatan ini berkembang dan setelah setahun, amatir radio dalam upayanya menertibkan penggunaan frekuensi dan mendata stasiun radio yang ada serta memurnikan kegiatan radio maka dibentuklah pada tahun 1966 oleh para mahasiswa suatu wadah yang diberi nama PARD (Persatuan Radio Amatir Djakarta) diantara nama-nama koordinatornya adalah Bpk.Willy A.Karamoy, Ismet Hadad, Rusdi Saleh dll, sementara dibeberapa daerah utamanya di jawa menyusul mendirikan organisasi-organisasi sbb:

1. Persatuan Amateur Radio Djakarta : PARD
2. Persatuan Amateur Radio Bandung : PARB
3. Persatuan Amateur Radio Indonesia: PRAI
4. Persatuan Amateur Indonesia : PARI
5. Persatuan Amateur Radio Surabaya : PARS
6. Persatuan Amateur Radio Makassar : PARMA

Dengan bermunculannya organisasi-organisasi Amatir Radio, Ketua Dewan Telekomunikasi RI. Bpk dr. Rubiono Kertopati memanggil tokoh-tokoh Amatir Radio untuk mendapatkan masukan guna merumuskan ketentuan Pemerintah tentang kegiatan Amati Radio Indonesia. Hasilnya adalah pada tanggal 30 Desember 1967-dikeluarkan peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 1967 tentang kegiatan Amatir Radio di Indonesia. Dan pada tanggal 9 Juli 1968 seluruh tokoh Amatir Radio Indonesia berkumpul di Djakarta untuk melaksanakan kongres pertama ORARI.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar